Rabu, 25 Februari 2009

Pameran Foto " Ilustrasi Puisi Chairil Anwar"

Yogyakarta (womenscapucini) - (14-28/02) Terselenggara sebuah pameran foto yang bertempat di Mess 56 dengan tema “ Ilustrasi Puisi Chairil Anwar” . Pameran tersebut terselenggara berkat kerja sama antara komunitas pecinta fotografi UPN “Veteran” Yogyakarta yaitu FOTKOM dengan Mess 56 yang berperan sebagai wadah dari pameran foto ini.
Pameran foto yang mengangkat tema-tema dari Chairil Anwar, seorang tokoh pembuat puisi yang terkemuka tersebut terselenggara karena para anggota FOTKOM ingin mencari suasana baru dalam membuat foto jurnalistik. Pameran foto tersebut memiliki konsep yang benar-benar matang sehingga menjadikan pameran foto kali ini berbeda dengan pameran-pameran sebelumnya yang pernah dibuat oleh FOTKOM.
Penyelenggaraan pameran foto tersebut pun mendapatkan respon baik dari berbagai pihak. Bayangkan saja, pada awal pembukaan pameran tersebut, lebih dari 200 orang mengunjungi pameran tersebut . Para pengunjung merasa ingin tau tentang tema yang diangkat oleh para penyelenggara, sehingga hal tersebut memacu partisipasi mereka untuk hadir dalam pameran itu. Tidak hanya itu, banyak media yang berdatangan ke Mess 56 untuk meliput acara tersebut. Media-media tersebut antara lain Kedaulatan Rakyat, Koran Sindo, Harian Jogja, Jogja TV, serta media-media lainnya. Pengunjung yang datang ke pameran tersebut berasal dari berbagai macam wilayah, pengunjung yang berasal dari luar Yogyakarta, seperti dari Bandung, bahkan ada yang datang dari luar Indonesia, seperti Belanda, Singapure, dan Australia.
Pameran foto ini memberikan penawaran baru tentang puisi-puisi yang dibuat oleh Chairil Anwar, pameran foto ini mengenalkan berbagai puisi yang dibuat oleh Chairil Anwar, sehingga masyarakat dapat lebih mengetahui puisi-puisi yang dibuat oleh beliau. Dengan kata lain, pameran foto ini mengenalkan kita sisi-sisi lain dari Chairil Anwar.
FOTKOM mengambil puisi Chairil Anwar sebagai tema karena beliau merupakan pembuat puisi yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat sehingga mudah untuk melakukan follow up. Untuk sementara ini Kota Yogyakarta dipilih sebagai tempat penyelenggaraan pameran foto tersebut karena unsur kedekatan, tetapi FOTKOM juga mempunyai rencana untuk menyelenggarakannya di Jakarta.
Dapat terselenggaranya pameran foto ini tidak lepas dari persiapan matang yang mereka lakukan, mereka mempersiapkan pameran foto ini dari bulan oktober tahun lalu, sampai-sampai mereka harus melakukan riset terlebih dahulu agar pameran foto ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang mereka harapkan, dan ternyata usaha mereka benar-benar membuahkan hasil. Apresiasi dari masyarakat membuat pengorbanan mereka menjadi lebih berarti.
Yang membuat pameran foto ini berbeda dengan pameran lainnya yaitu foto-foto yang ditampilkan tidak hanya foto-foto cetak saja, tetapi ada instalasi serta animasi. Sehingga pameran ini tidak berkesan monoton seperti pameran foto lainnya. Selain itu terselenggaranya pameran ini bertepatan dengan Peringatan Hari Kasih Sayang yang biasa kita kenal dengan Vallentine Day’s yang sesuai dengan tema yang mereka angkat. Tidak hanya itu, pameran ini diiringi DJ sehingga pameran ini terlihat lebih menarik.
Kaitannya puisi dengan gambar yang diambil merupakan sebuah kesepakatan dari para penyelenggara yang bergerak mendalami ilmu komunikasi sehingga pameran tersebut dapat dilihat dari segi yang sederhana. Contohnya saja, pada hasil karya Sigit yang mengangkat judul “Bercerai” tersebut mengambil gambar air dan minyak yang bercerai atau tidak dapat menyatu satu sama lain serta dapat kita lihat padakarya-karya lainnya.
Pesan yang disampaikan dari pameran foto ini agar masyarakat berani untuk mengeksplore kemampuan fotografi mereka. Selain itu, puisi akan lebih menarik jika disertai dengan karya fotografi. Dengan adanya pameran foto tersebut masyarakat yang menyukai fotografi diharapkan agar mau bereksperimen dengan kemampuannya.

Selasa, 24 Februari 2009

SLUMDOG MILLIONAIRE JADI RAJA OSCAR 2009

Yogyakarta (womenscapucini) - Pergelaran besar seperti Oscar, Minggu (22/02) malam atau Senin (23/02) pagi WIB pasti memberikan kesan mendalam dan kejutan-kejutan yang spektakuler. Salah satunya adalah ‘Slumdog Millionaire’ yang menjadi raja pada malam Academy Awards ke-81 yang megah itu. Film yang menceritakan kisah seorang remaja India yang memenangkan uang senilai 20 juta rupee dalam acara WHO WANTS TO BE A MILLIONAIRE? ini tak tanggung-tanggung memboyong 8 piala Oscar sekaligus.
‘Slumdog Millionaire’ bukanlah film yang diunggulkan sebelumnya, bahkan tidak dibayangkan akan mengalahkan ‘The Curious Case of Benjamin Button’ ; ‘Frost/Nixon’ ; ‘Milk’ ; dan ‘The Reader’. Terlebih, pemainnya tidak ada satu pun yang berasal dari artis kelas A Hollywood. Meskipun demikian, film garapan Danny Boyle ini memang pantas menang, mengingat alur cerita yang sangat menyentuh dan sangat dekat dengan kehidupan nyata.
(AF)

Para Peraih Piala Oscar 2009
Film Terbaik : ‘Slumdog Millionaire’
Aktor Terbaik : Sean Penn - ‘Milk’
Aktris Terbaik : Kate Winslet - ‘The Reader’
Aktor Pemeran Pembantu Terbaik : Heath Ledger – ‘The Dark Knight’
Aktris Pemeran Pembantu Terbaik : Penelope Cruz – ‘Vicky Cristina Barcelona’
Sutradara Terbaik : Danny Boyle – ‘Slumdog Millionaire’
Adapted Screenplay : Simon Beaufoi – ‘Slumdog Millionaire’
Original Screenplay : Dustin Lance Black - ‘Milk”
Film Animasi Terbaik : ‘Wall-E’
Film Dokumen Terbaik : ‘Man on Wire’
Film Berbahasa Asing Terbaik : ‘Departures’ - Japan
Achievement in Art Direction : ‘The Curious Case of Benjamin Button’
Sinematografi Terbaik : Anthony Dod Mantle - ‘Slumdog Millionaire’
Perancang Busana Terbaik : Michael O’Connor – ‘The Duchess’
Editing Terbaik : Chris Dickens - ‘Slumdog Millionaire’
Tata Rias Terbaik : Greg Cannom – ‘The Curious Case of Benjamin Button’
Original Score : A.R. Rahman - ‘Slumdog Millionaire’
Original Song : ‘Jai Ho’ (Slumdog Millionaire)
Sound Editing : Richard King – ‘The Dark Knight’
Sound Mixing : ‘Slumdog Millionaire’
Visual Effects : ‘The Curious Case of Benjamin Button’
Film Dokumentasi Pendek Terbaik : ‘Smile Pink!’
Film Animasi Terpendek : ‘La Maison en Petits Cubes’
(doc. KR)